Jumat, 03 April 2009

Mengenal Salah Satu Delta terluas di Dunia
(Delta Mahakam, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)



Delta Mahakam terbentuk dari hasil sedimentasi Sungai Mahakam, sungai ini sendiri merupakan terpanjang di Kalimatan Timur. Delta Mahakam terletak di kawasan pesisir provinsi Kalimantan Timur, berada pada posisi lintang : 0º21’21” LU - 1º10”06” LS, bujur : 117º15’40” BT - 117º40’43” BT. Kawasan Delta Mahakam ini yang mempunyai luas ± 1500 km2, hanya berjarak ± 75 km dari Samarinda, ibukota Propinsi Kalimantan Timur. Wilayah Delta Mahakam termasuk ke dalam administratif Kabupaten Kutai Kartanegara yang meliputi 5 (lima) wilayah kecamatan, yaitu kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Samboja, Kecamatan Muara Badak, Kecamatan Sanga-sanga dan Kecamatan Anggana. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : 79/Kpts-II/2001, tentang Penunjukan kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Propinsi Kaltim seluas 14.651.553 Ha. Khusus Kawasan Delta Mahakam merupakan kawasan budidaya kehutanan (KBK) dengan fungsi sebagai hutan produksi tetap dengan luas + 153.724 Ha dan kawasan budidaya non Kehutanan (KBNK) + 8.476 Ha. (Bappeda Kab, Kutai Kartanegara, 2007).
Gambar 1. Peta Ekosistem Delta Mahakam
Sumber : Robin Bourgeois, CIRAD –P.T. WIN, Fazrin Rahmadani-BEBSiC Institute (2002)

Selasa, 24 Maret 2009

Studi Kegiatan Budidaya Udang Vaname (Litopenaues vannamae)
Milik H. Supardi Di Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu
Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah.
Oleh :
(Indah Susilowati *, Ana Kristianti**, Deliana R. Pridaningsih**, Dewi Kresnasari**,
Lisa Fajar Indriana**, Maya Puspita**, Mukhlisin**, Rheza Mahardika WP**,

Samsul Rizal**, Zaenal Aristanto**)

Udang vaname tergolong mudah dibudidayakan, sangat toleran terhadap kepadatan yang tinggi, dan membutuhkan biaya pakan yang relatif lebih murah. Karena itu, beberapa tahun terakhir banyak petambak udang di tanah air yang mengusahakannya. Komoditas udang yang saat ini dibudidayakan di Indonesia adalah jenis udang vaname dan udang windu. Udang vaname telah berhasil dibudidayakan dengan menerapkan teknologi intensif, sedangkan udang windu yang mengalami kegagalan budidaya akibat serangan penyakit, terutama bintik putih (white spot). Pengembangan udang vaname sangat penting karena pertumbuhannya cepat dan dapat mencapai ukuran yang besar serta bila dimasak warnanya berubah menjadi berwarna merah cerah sehingga mampu menumbuhkan selera konsumen.

Foto : Tambak dan udang vaname milik H. Supardi

Selasa, 15 April 2008

KAJIAN LIMNOLOGI WADUK BENANGA

ABSTRAK

KAJIAN LIMNOLOGI DAN PENGELOLAAN WADUK BENANGA
DI KOTA SAMARINDA

(Study Of Limnological And Management Benanga Reservoir In Samarinda)
Oleh :
Noryadi, Anugrah Aditya B,
Adi Susanto, Eko Sugiharto, Teguh Wirawan Sumoharjo, Masayu Widiastuti dan Samsul Rizal

Kajian Limnologi dan Pengelolaan Waduk Benanga dikota Samarinda. Penelitian dilakukan di perairan Waduk Benanga, Kelurahan Lempake, Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, dan pelaksanaannya dimulai dari bulan September s/d Nopember 2007. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan secara purposive sampling, meliputi biogeofisik, ekonomi dan sosiokultural yang selanjutnya di analisis secara deskriptif kualitatif.

Jumat, 30 November 2007

KUALITAS AIR TAMBAK

ABSTRAK HASIL PENELITIAN KUALITAS AIR TAMBAK
(Samsul Rizal)

September, 2006. Analisis Kualitas Air Pada Tambak Percobaan di Desa Handil 8 Delta Mahakam (Dibimbing oleh Prof. A. Syafei Sidik dan H. A. Hadi Syarban)



Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air pada tambak percobaan di Desa Handil 8, Delta Mahakam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2005, terhitung sejak tahap pengamatan lapangan, persiapan, pengambilan sampel dan analisis di laboratorium.

Gambar Tambak Percobaan di Desa Handil 8,
Kec. Muara Jawa, Kab. Kutai Kartangera

FENOMENA AIR BANGAR

FENOMENA AIR BANGAR DI SUNGAI MAHAKAM
(SAMSUL RIZAL)

Air bangar merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi sejak dahulu di perairan Sungai Mahakam dan merupakan bencana ekologis yang terjadi setiap tahun di Sungai Mahakam. Fenomena air bangar terjadi pada saat pergantian musim antara musim kemarau ke musim penghujan dan sebaliknya. Pergantian musim tersebut menyebabkan terjadinya perubahan beberapa parameter kualitas air yang sangat singnifikan seperti rendahnya oksigen terlarut dalam air (DO), rendahnya pH, tingginya H2S, tingginya kadar zat amoniak dan beberapa parameter kualitas air yang lain pada perairan Sungai Mahakam yang tidak dapat ditolelir oleh ikan.