Selasa, 09 Agustus 2011

Pola Hubungan Cangkang Kerang

HUBUNGAN PANJANG, TINGGI, 
TEBAL CANGKANG DENGAN BERAT TOTAL 
KERANG KEPAH  Polymesoda erosa (Solander, 1786)
YANG BERASAL DARI DELTA MAHAKAM


Samsul Rizal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa (1) Hubungan panjang dengan tinggi cangkang, (2) Panjang dengan tebal cangkang, (3) Tinggi dengan tebal cangkang dan  (4) Hubungan panjang, tinggi, tebal cangkang dengan berat total. Analisa data untuk hubungan antar panjang, tinggi, tebal cangkang menggunakan persamaan regresi sedangkan hubungan panjang, tinggi, tebal cangkang dengan berat total kerang menggunakan  persamaan logaritma allometrik.

Senin, 08 Agustus 2011

Pemanfataan Tambak untuk Kerang

PEMANFAATAN TAMBAK UNTUK UJI COBA PEMELIHARAAN 
KERANG KEPAH Polymesoda erosa (Solander, 1786) 
DI DELTA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Samsul Rizal, Johannes Hutabarat dan Ita Widowati

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2010 hingga April 2010 dengan lokasi penelitian dilakukan di pertambakan rakyat Dusun Handil 8 Desa Muara Jawa Hilir Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.  
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter lingkungan yang meliputi kualitas air, tanah dan kelimpahan plankton di tambak yang mendukung bagi pemeliharaan P. erosa. Mengkaji pertumbuhan, sifat pertumbuhan, kelangsungan hidup dan indeks kondisi  P. erosa. Menganalisa kandungan nutrisi (protein, karbohidrat, lemak, kadar air dan kadar abu) P. erosa hasil pemeliharaan di tambak. Menganalisa kandungan logam berat Pb (Timbal) dan Cu (Tembaga) pada sedimen dan jaringan lunak P. erosa  hasil pemeliharaan di tambak. Mengkaji jenis tambak yang dapat digunakan untuk pemeliharaan P. erosa.
Tambak Rhizopora sp dan Tambak Tanpa Vegetasi

Jumat, 22 Juli 2011

Indeks Kondisi Kerang Kepah

INDEKS KONDISI KERANG KEPAH Polymesoda erosa (Solander, 1786)
YANG DI PELIHARA PADA JENIS TAMBAK BERBEDA
DI DELTA MAHAKAM

Samsul Rizal

Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tambak Rhizophora sp dan tambak tanpa vegetasi di Delta Mahakam, dengan cara melakukan ujicoba pemeliharaan kerang kepah (Polymesoda erosa) adapun aspek yang dikaji yaitu indeks kondisi dan jumlah plankton pada tambak dua jenis tambak. Metoda penelitian yaitu eksperimental lapangan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor A yaitu kelas ukuran kerang yang terdiri dari kelas ukuran I (40 – 60,99 mm), II (61 – 80,99 mm) dan kelas ukuran III (81 – 100 mm). Faktor B yaitu lokasi penelitian dimana tambak Rhizophora sp dan tambak tanpa bervegetasi. Untuk menganalisis tambak dan kelas ukuran apakah berpengaruh terhadap pertumbuhan digunakan uji ANOVA.

Pertumbuhan Kerang Kepah

PERTUMBUHAN KERANG KEPAH Polymesoda erosa (Solander, 1786)
YANG DI PELIHARA PADA TAMBAK DI DELTA MAHAKAM
PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

Samsul Rizal


Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tambak tidak produktif di Delta Mahakam, dengan cara melakukan ujicoba pemeliharaan kerang kepah (Polymesoda erosa) adapun aspek yang dikaji yaitu pertumbuhan morfometrik (panjang cangkang, tinggi cangkang, tebal cangkang), pertumbuhan biometrik (berat total), kelangsungan hidup dan kondisi lingkungan kerang kepah pada tambak dua jenis tambak. Metoda penelitian yaitu eksperimental lapangan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor A yaitu kelas ukuran kerang yang terdiri dari kelas ukuran I (40 – 60,99 mm), II (61 – 80,99 mm) dan kelas ukuran III (81 – 100 mm). Faktor B yaitu lokasi penelitian dimana tambak Rhizophora sp dan tambak tanpa bervegetasi. Untuk menganalisis tambak dan kelas ukuran apakah berpengaruh terhadap pertumbuhan digunakan uji ANOVA 1 arah.

Selasa, 26 Mei 2009

MANGROVE DAN TAMBAK


TAMBAK SILVOFISHERY DI HANDIL 8
KAWASAN DELTA MAHAKAM
oleh :
Samsul Rizal

Pertambakan udang di kawasan Delta Mahakam umumnya dibangun secara ekstensif tradisional dengan luas lahan petakan tambak diatas 5 ha. Hal ini tidak saja dapat merusak hutan mangrove dalam areal yang sangat luas, akan tetapi juga dalam kondisi terbuka seperti itu akan berdampak terhadap perubahan kondisi lingkungan misalnya perubahan kualitas air tambak. Tambak yang dibangun dengan menerapkan dua sistem (pond trap dan shrimp pond) dalam satu tambak menyebabkan pemanfaatan lahan yang luas dengan luas petakan 2 – 50 ha. Plasma nuftah mangrove selaku penyangga kawasan delta dari tahun ke tahun penutupannya makin menurun (deforestasi sekitar 80 %).
Foto Budidaya Kepiting Soka pada Tambak Silvofishery

Senin, 25 Mei 2009

Sepintas Tentang Kerang Kepah (Polymesoda erosa)


Sumber foto dari berbagai referensi
Morton (1976) menyebutkan bahwa kerang kepah terdapat 3 jenis yaitu Polymesoda erosa, Polymesoda ekspansa dan Polymesoda bengalensis. Ketiga jenis spesies ini banyak dijumpai didaerah Indo-Pasifik. Kerang kepah secara umum disebut Geloina erosa dan mempunyai nama taxon Polymesoda erosa. Secara morfologi kerang kepah mempunyai bentuk cangkang seperti piring atau cawan yang terdiri dari dua katub yang bilateral simetris, pipih pada bagian pinggirnya dan cembung pada bagian tengah cangkang, bentuk cangkang yang equivalve atau berbentuk segitiga yang membulat, tebal, flexure jelas mulai dari umbo sampai dengan tepi posterior. Ditambahkan oleh Franklin et al., 1980 ; Mason, 1983, kedua katub dihubungkan oleh hinge ligamen dan dengan bantuan otot aduktor berfungsi untuk membuka atau menutup cangkang. 

Jumat, 03 April 2009

Mengenal Salah Satu Delta terluas di Dunia
(Delta Mahakam, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur)



Delta Mahakam terbentuk dari hasil sedimentasi Sungai Mahakam, sungai ini sendiri merupakan terpanjang di Kalimatan Timur. Delta Mahakam terletak di kawasan pesisir provinsi Kalimantan Timur, berada pada posisi lintang : 0º21’21” LU - 1º10”06” LS, bujur : 117º15’40” BT - 117º40’43” BT. Kawasan Delta Mahakam ini yang mempunyai luas ± 1500 km2, hanya berjarak ± 75 km dari Samarinda, ibukota Propinsi Kalimantan Timur. Wilayah Delta Mahakam termasuk ke dalam administratif Kabupaten Kutai Kartanegara yang meliputi 5 (lima) wilayah kecamatan, yaitu kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Samboja, Kecamatan Muara Badak, Kecamatan Sanga-sanga dan Kecamatan Anggana. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : 79/Kpts-II/2001, tentang Penunjukan kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Propinsi Kaltim seluas 14.651.553 Ha. Khusus Kawasan Delta Mahakam merupakan kawasan budidaya kehutanan (KBK) dengan fungsi sebagai hutan produksi tetap dengan luas + 153.724 Ha dan kawasan budidaya non Kehutanan (KBNK) + 8.476 Ha. (Bappeda Kab, Kutai Kartanegara, 2007).
Gambar 1. Peta Ekosistem Delta Mahakam
Sumber : Robin Bourgeois, CIRAD –P.T. WIN, Fazrin Rahmadani-BEBSiC Institute (2002)